Teridentifikasi

Nama Komunitas Yano Hamonggrang
Propinsi Papua
Kabupaten/Kota JAYAPURA
Kecamatan Nimbokrang
Desa Hamonggrang

Kebijakan

No Judul/Title Produk Hukum Kategori Tipe Kategori Tentang Dokumen
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 1.979 Ha
Satuan Yano Hamonggrang
Kondisi Fisik Perbukitan,Dataran
Batas Barat Wilayah adat Warumbaim, kampung Hamonggrang, distrik Kemtuk. Titik batas: kali, tuguh dan pohon bambu, muara kali nembu, buklue maibu, mambuwengku, duwansu.
Batas Selatan • Wilayah adat Yakutim, Kampung Sanggai (marga masa dan sem), distrik Namblong. Titik batas…. • Wilayah adat Pobaim, Kampung Pobaim, distrik Nimboran. Titik batas Amodang, Yakuaci, Otomai
Batas Timur • Wilayah Adat Kwansu, kampung kwansu Marga bemei, waru, distrik Kemtuk. Titik batas… • Wilayah adat Besum/kecemung Hamong, kampung sumbe-besum-karya bumi (marga swewali, balli dan warga trans), distrik Namblong. Titik batas…..
Batas Utara Wilayah adat Besum, Kampung Besum, distrik Namblong, Marga Swewali, titik batas, Amuo Buyelum, Ukwo Nembring, Busu Bwei, Usuep Peti, Youw Kingsi, Remo Bu

Kependudukan

Jumlah KK 85
Jumlah Laki-laki 142
Jumlah Perempuan 136
Mata Pencaharian utama Petani dan Pedagang.

Sejarah Singkat Masyarakat adat

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

• Ku depeng merupakan areal hutan yang dilindungi, diambil manfaatnya secara terbatas, dan cadangan kebun di masa depan. Ku depeng dilindungi karena terdapat mata air, tempat bersejearah, dan tempat keramat di dalamnya. Beberapa hasil hutan yang diambil di antaranya meliputi hewan dan tumbuhan juga kayu untuk kebutuhan membuat rumah. Hutan ada yang berupa dataran dan ada juga yang bertopografi berbukit-bukit atau yang sering disebut sebagai Yano Kwam.
• Usu; merupakan areal kebun yang digarap dan dikelola masyarakat adat. Beberapa tanaman dibudidaya untuk memnuhi kebutuhan rumah tangga seperti Isyo (Ubi), Adapun beberapa tanaman dibudidaya sebagai komoditas seperti: keladi (embe wip), Pisang (undu), Sagu (mo), Betatas (ornaning), Ubi putih (naning kle), keladi (lensi), singkong, bete (web), cabe (usum diswa), serei, pepaya (payo/pato), matoa (sam), kelapa (kim), cokelat, sukun (wlu), pinang (dakwit), sirih (siswa).
• Menduong; merupakan areal padang ilalang yang difungsikan untuk menjadi cadangan kebun di masa depan dan tempat berburu babi hutan, rusa, tikus tanah, dsb.
• Yano Sip; merupakan areal pemukiman yang difungsikan sebagai tempat tinggal. Ada pula pekarangan rumah yang dimanfaatkan untuk menanam: Sayur bayam (desing), kangkung, sayur lilin (yu), dan Semangka, Jeruk. Mangga (ipap skie) pisang (undu), jeruk hutan (insyalung), belimbing (blingging), buah papaya (upayo skie), jambu air (yangsong) dan sebagai tempat untuk sarana fasilitas umum dan sosial.
• Mo Depang; merupakan areal dusun sagu/Mo yang difungsikan untuk menjadi sumber kebutuhan pokok masyakat adat. Apa pula daunnya diambil untuk atap rumah adat. 
 

Kelembagaan Adat

Nama
Struktur
 
 

Hukum Adat

 
 
 

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan 1) Sumber Pangan a. sumber Karbohidrat: • Ubi (Iso) • Siapu (Naning) • Pisang (Undu) • Sagu (Mo) • Betatas (Urnaning) • Keladi (Ambewip) • Jagung (Rekase) • Bete (Wip). b. Sumber Protein Nabati: • Kacang-kacangan • Jamur Sagu (Fendlum) • ulat sagu (kwong). c. Sumber Protein Hewani: • Ikan (Uwe) • Babi (Ibuo) • Ulat Sagu (Kuwong) • Tikus Tanah (Sweb) • Ular Pohon (Merem) • Rusa • Kelelawar (You) • Kaswari (Mam) • Kanguru Pohon (Mambei) • Kanguru Tanah (Ayo). d. Sumber Vitamin: • Sayur bayam (desing) • sayur lilin (yu) • Semangka • Jeruk (Lemon) • Mangga (ipap skie) • pisang (undu) • jeruk hutan (insyalung) • belimbing (blingging) • buah papaya (upayo skie)
Sumber Kesehatan & Kecantikan 1) Kesehatan • Jamur Sagu (Yambukruaf) : Digunakan sebagai obat untuk Ibu yang baru melahirkan dan orang sakit, penyakit malaria. • Buah si : Digunakan untuk menambah darah. • Daum gatal (Skua) : Obat untuk malaria, sakit badan, tulang, malaria, asam urat. • Daun gedi (Swa) : Obat malakaria • papeda (Mo) : Obat malaria • tali kuning (Tgangyanggu) : Obat sakit tulang • kulit masuayi (Gruong) : Obat semua penyakit • Daun Pepaya : Digunakan untuk mengobati atau mencegah penyakit malaria. • Bayam merah (Desingkingkmang): Digunakan untuk menambah darah. • Tali kuning (Tegang yanggu) : Untuk obat asma, paru-paru. • Kayu susu (Ibong) : Untuk obat paru-paru. • Alang-alan (Mendowong) : Untuk obat rematik. • Kayu kunig (Nuskai) : Untuk obat batuk. • Serai merah (Sie kingkmang) : Untuk obat tulang patah dan sakit. • Serai putih (Sie kroak) : Obat tulang • Daun giawas : Obat untuk melancarkang pencernaan • Biji pinang (Akumung) : Obat untu paru-paru. • Pucuk Daun Bintanggor (Hendambu Fae) Untuk mencuci mata agar tetap bersih. 2) Kecantikan • Santan dan minyak kelapa : Untuk cuci rambut dan membuat rambut berkilau. • Buah Mele : Untuk makeup para penari dalam tarian adat. • Yanggu : Untuk kecantikan • Iwi : Kecantikan • Pasir (senggua) : Untuk sikat gigi. • Kulit kayu (dimincing so) : Untuk memanjang rambu. • Buah merah (uro) : Untuk sabun mandi • Buah darong : Untuk mandi • Tanah liat : Untuk mandi • Lidah Buaya : untuk melicinkan dan mempertebal rambut. • Air buah nenas : untuk melicinkan rambut. • Buah dan air tomat : untuk menghilangkan jerawat.
Papan dan Bahan Infrastruktur • Daun Rumbia (Yam) : Digunakan sebagai atap rumah. • Daun sagu yamblo : Digunakan sebagai atap rumah. • Gabah (Hembaeli) : Untuk dinding rumah. • Nibun (Wa) : Digunakan untuk lantai rumah. • Kulit pohon sagu (raikele): Untuk lantai rumah. • Kayu Soang (Hoam) : Untuk tiang rumah. • Bambu (imo) : Untuk dinding rumah. • Kayu Besi (ufie) : Untuk tiang rumah, balok kayu, dan lantai rumah, pintu rumah, meja, lemari, kursi, tempa tidur Dsb.
Sumber Sandang • Kulit Kayu (kafi) : Digunakan untuk membuat pakaian tradisional, pakaian tarian, noken dan ukiran kayu. • Kulit pohon genemo (inggenetup) : Untuk membuat pakaian, menganyam noken, perhiyasan dibahu dll. • Kulit Pohon (pakwey) : Untuk hiasan penari yang dipasasang di tangan dan kaki. • Bulu Cendrawasi(ngali) : Untuk membuat hiasan kepala para pemangku adat dan topi tarian. • Bulu Burung Kasuari (mam) : Untuk hiasan di kepala penari. • Taring babi (ibuoambung) : Untuk perhiasan tarian dipakai dihidung dan sebagai kalung dileher.
Sumber Rempah-rempah & Bumbu • Pucuk daun salam : Untuk penyedap masakan. • Buah dan daun jeruk : Digunakan sebagai bahan penyedap dan pengawet pati sagu. • Buah Pepaya mud : Sebagai pelunak masakan daging. • Kunyit (Yanggu) : Sebagai pewarna masakan. • Daun Serei : Digunakan sebagai campuran bumbu untuk penyedap masakan. • Daun Bête (wib-plo) : Digunakan untuk membuat lembut daging dan tulang ikan. • Air garam dan masih ada sekarang (benggipbu): untuk pengedap makanan sayur dan daging dll. • Daum pisang (unduplo) : Untuk bakar daging dan sagu, • Lengkuas, daun salam, daun kemangi, daun jeruk : Penyedap masakan • Rica (awesking) : Penyedap masakan. • Pucuk daun salam : Untuk penyedap masakan
Sumber Pendapatan Ekonomi • Produksi/Olahan Sagu (mo sweng mo sei) • Buah Matoa (amuo) • Hasil Kebun/Sayuran (yu) • Umbi-umbian (naning, syapu) • Hasil tangkapan Ikan • Budidaya ikan (bu uwe) • Peternakan/Babi, ayam • Hasil buruan daging babi, telur maleo • Sarang Burung Walet • Hasil kerajinan tangan seperti (Ukiran Kayu, Kulit Kayu, Alat makan).